Senin, 14 Januari 2013

Jadwal Belum Jelas, Petinju Rokatenda Libur


 Kejuaraan tinju yang di agendakan oleh Sasana Rokatenda ternyata masih kabur. Sebelumnya, sasana yang bermarkas di Pondok Candra Sidoarjo ini berencana menggelar kejuaraan untuk memperingati anniversary sasana tersebut pada 29 Januari mendatang.
            ’’Selama ini kami hanya disuruh mempersiapkan diri dengan maksimal, namun kapan akan naik ring kami belum tahu. Manajemen berencana menggelar kejuaraan pada Januari mendatang, tapi juga belum jelas,’’ kata Tommy Seran, kepada Jawa Pos, kemarin (31/12). Tommy adalah salah satu petinju terbaik yang dimiliki oleh Sasana Rokatenda saat ini.
            Akibat ketidakjelasan jadwal bertanding tersebut, Tommy dan kawan-kawan pun memilih untuk tidak latihan dalam waktu yang belum ditentukan. Menurut Tommy, libur panjang itu sudah berlangsung sejak 20 Desember lalu. Kalau pun ada, itu hanya latihan ringan yang mereka gelar.
            ’’Saya juga tidak tahu sampai kapan kami tidak latihan seperti ini. Rencana sih mulai minggu depan sudah ada program latihan. Tapi, jadi atau tidaknya saya juga belum tahu,’’ lanjut pemegang sabuk juara WBO Aspac (Asia Pasific) itu.
            Manager sekaligus pemilik sasana Rokatenda, Damianus Wera mengatakan bahwa kejuaraan yang mereka rencanakan pada akhir Januari memang belum tentu jadi. Sebab, selain masih menunggu kepastian dari sejumlah sponsor, keluarga Damianus juga sedang berduka.
            Ya, keluarga Damianus di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini masih tinggal di pengungsian setelah meletusnya gunung Rokatenda, 20 Desember lalu.’’Saya masih kepikiran keluarga saya di sana. Untuk masalah kejuaraan, lihat saja nanti,’’ lanjut pria yang juga promotor tinju internasional itu.

Selasa, 28 Agustus 2012

Tolak Tawaran Jepang, Roy Mukhlis Pilih Lokal


Impian Roy Mukhlis bertarung di luar negeri untuk sementara waktu harus disimpan dulu. Penyebabnya, manajamen Sasana GRIB (Gerakan Rakyat Indonesia Baru) tempat dia bernaung sengaja membatasi dia untuk mengikuti pertarungan internasional.
        Manajer GRIB Surabaya, Abdul Salam mengatakan bahwa mereka terpaksa menempuh cara itu demi masa depan karir Roy Mukhlis sendiri. Pertimbangannya, Roy adalah petinju yang sedang berusaha untuk bangkit dari kegagalan. Ya, sebagaimana diketahui, Roy mengalami kekalahan hebat dari petinju Jepang Takashi Uchiyama, di Jepang pada akhir 2010.
        ’’Jadi, pilihan yang paling tepat adalah lebih baik kami memaksimalkan karirnya dengan mengikuti kejuaraan di dalam negeri saja. Sebab, Roy masih membutuhkan banyak waktu untuk memperbaiki mentalnya,’’ kata Abdul Salam, pria yang juga promotor bagi Roy Mukhlis itu.
        Salam mengatakan bahwa, awal Agustus lalu Roy mendapat tawaran bertarung di Jepang. Namun tawaran tersebut ditolak langsung oleh mereka. Sebab, lanjut Salam, meski bayaran yang diberikan sangat besar, namun resiko pertarungan yang harus di hadapi oleh petinju juga sangat tinggi.
        Menurut pria yang juga seorang pengacara itu, Jepang memang terkenal dengan negara yang memberikan kontrak tinggi bagi petinju. ’’Rata-rata petinju yang main di sana di bayara mulai Rp 50 juta sampai Rp 100 juta,’’ beber dia. Namun, Salam tidak mau tergiur dengan tawaran itu. ’’Toh, masa depan Roy masih panjang dan dia bisa bertarung di negara mana saja bila dia sudah benar-benar siap,’’ ujarnya.
        Nah, sebagai ganti, Roy saat ini sedang dipersiapkan untuk bertarung di Kupang, Nusa Tenggara Timur pada 29 September mendatang. Meski rencananya bertarung delapan ronde, Salam yakin laga itu bisa mengembalikan kepercayaan dirinya yang sedang meredup.
        ’’Roy butuh banyak pertandingan untuk memperbaiki mentalnya. Dan, saya yakin dengan sering mengikuti pertarungan-pertarungan kecil seperti ini membuat mental bertandingnya semakin baik,’’ timpal Salam.
        Roy mengaku tak menyesal dengan adanya penolakan tawaran untuk bertarung di Jepang tersebut. ’’Manajemen lebih tahu mana yang terbaik bagi karir saya. Tugas saya saat ini adalah latihan dengan keras,’’ ucap petinju yang sudah 29 kali naik ring dengan 24 kali menang, tiga kali kalah dan dua kali seri itu.(Jawa Pos)

Sabtu, 11 Agustus 2012

Juara Asia Pacific Jadi Sopir Antar-Jemput




Tommy Seran tidak hanya mampu membawa nama sasana Rokatenda berkibar di belantika tinju international. Sulung dari sepuluh bersaudara itu harus berjuang untuk menghidupi sembilan saudaranya di Atambua, Nusa Tenggara Timur.
Maklum, meski berstatus sebagai juara World Boxing Organization (WBO) Asia Pasific (Aspac) kelas terbang junior (48,9 kg), kehidupan ekonomi Tommy tidak bisa dibilang mapan. Bahkan, untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, dia harus bekerja serabutan menjadi sopir antar-jemput anak sekolah. Kalau sekolah lagi libur, Tommy akan beralih  tugas menjadi sopir antar-jemput para tuna netra di beberapa panti jompo di wilayah Surabaya dan Sidoarjo
’’Penghasilannya juga tidak banyak, setiap mengantar paling hanya dibayar Rp 50 ribu–Rp 100 ribu. Itu pun dalam sebulan hanya dua sampai tiga kali tugas ,’’ cerita petinju yang sudah tiga kali mempertahankan sabuk WBO Aspac itu.
Padahal, Tommy yang saat ini menduduki peringkat kedua dunia versi WBO tersebut harus menghidupi sembilan adiknya. Ya, saat ini Tommy bertanggung jawab sebagai kepala rumah tangga setelah ayahnya, Raymundus Seran, meninggal dunia tahun lalu.
’’Jadi, untuk membantu keluarga di sana, setiap minggu saya harus mengirimkan Rp 200 ribu bagi mereka. Selain bertinju, saya juga harus mencari uang dari tempat lain,’’ kata pria yang bercita-cita membangun rumah bagi sembilan saudaranya di Atambua tersebut.
Tommy lantas bercerita, selama terlibat dalam dunia adu jotos, penghasilan terbesarnya adalah Rp 20 Juta. Itu diberikan oleh sang promotor international Damianus Wera saat dirinya berhasil merebut peringkat di WBO Aspac 2009 di Bali 2009.
’’Tapi, setelah itu, penghasilan yang saya dapatkan tidak lagi sebesar itu meski turun di kejuaraan dengan level yang sama. Saya tidak tahu apa yang terjadi, tapi bayaran yang saya dapatkan akhir-akhir ini seperti tidak sebanding dengan perjuangan di atas ring. Padahal, kami sudah mandi darah dan keringat,’’ timpal dia.
Meski begitu, Tommy merasa beruntung bergabung bersama sasana Rokatenda. Sebab, jaminan kehidupannya dan kawan-kawan menjadi tanggungan sasana, mulai dari makan dan tempat tinggal. (jawa pos)

Jumat, 20 Juli 2012

Hok Cay telah Berpulang

Tinju Pro Surabaya dan Jawa Timur kehilangan salah seorang pembinanya. Hok Cay yang selama ini aktif mengikuti perkembangan tinju Jawa Timur telah meninggal dunia pada Senin (16/7/2012). Menurut Mohammad Rois, sekretaris KTI Jawa Timur, Hok Cay akan dimakamkan di Kembang Kuning pada 23 Juli 2012. Seluruh pengurus KTI Surabaya dan Jawa Timur turut berbelasungkawa atas kepergian Hok Cay. Semoga amal ibadahnya diterima Tuhan YME.

Senin, 02 Juli 2012

Tommy Seran Dijajal Iwan Key di NTT


Jadwal pertarungan Tommy Seran baru ada pada September mendatang. Nah, sambil menunggu waktu naik ring itu tiba, petinju asal sasana Rokatenda Sidoarjo tersebut akan melakukan pemanasan dalam sebuah kejuaraan nasional di Soe, Nusa Tenggara Timur, 13 Juli nanti.
Dalam kejuaraan tersebut, Tommy akan ditantang Iwan Key asal Dhory Gym Malang dalam pertarungan delapan ronde di kelas terbang 50 kg. Meski ini pertarungan nongelar, Tommy menyatakan bahwa dirinya tak mau lengah. Sejumlah persiapan khusus dilakukan jelang laga tersebut.
”Semua lawan bagi saya tantangannya sangat berat. Sebab, mereka memiliki kelebihan masing-masing. Itu yang membuat saya harus mempersiapkan diri dengan baik,” ujar Tommy kemarin (2/7).
Bagi Tommy, kejuaraan tersebut sangat penting karena sekaligus sebagai persiapan untuk mempertahankan sabuk juara WBC Aspac di Maumere, 29 September mendatang. ”Jadi, saya akan memanfaatkan event ini untuk mengasah ketajaman dan naluri bertanding. Sebagai petinju profesional, kami memang membutuhkan banyak jam terbang,” kata dia.
Pelatih Rokatenda Sidoarjo Yani Malhendo menyatakan bahwa persiapan yang dilakukan Tommy selama ini sudah cukup maksimal. Terutama power punch Tommy yang terus menunjukkan peningkatan. ”Jadi, event ini adalah momentum yang pas untuk Tommy bisa menunjukkan kemampuannya sebelum turun di event internasional,” sambungnya.
Selain Tommy, mantan juara kelas ringan junior versi PABA Roy Mukhlis akan ikut mengambil bagian. Petinju yang saat ini bergabung di Sasana GRIB Surabaya tersebut akan menantang Feeder Blegur (Abraham BC Jakarta) dalam pertarungan 12 ronde di kelas ringan junior (58,9 kg).
 Mikdon Neddi Tanaem, promotor kejuaraan, menambahkan bahwa selain Tommy dan Mukhlis, gengsi kejuaraan tersebut semakin tinggi lantaran dimanfaatkan sebagai event persahabatan antara Indonesia dan Timor Leste. Sebab, ada beberapa petinju dari Timor Leste yang mengambil bagian. ”Kami ingin membangun pembinaan tinju lintas negara. Mungkin event ini adalah langkah awal,” kata Neddi dari Nekmese Promotion. (Jawa Pos)

Partai Kejuaraan

Kelas Bantam (53,5 kg/12 ronde)
- Gun Tinular (Extrajoss BC, Tangerang) v Bajawa Junior (Flobamora BC, NTT)

Kelas Ringan Junior (58,9 kg/12 ronde)
- Feeder Blegur (Abraham BC, Jakarta) v Roy Mukhlis (Grib BC, Surabaya)

Kelas Terbang (50 kg/8 ronde)
- Tommy Seran (Rokatenda BC) v Iwan Key (Dhory Gym, Malang)

Kelas Ringan Junior (58,9 kg/6 ronde)
- Yacob Ton (Nek Mese BC, Surabaya) v Otnel Negrito Baptista (Thomas Americo BC, Timor Leste)

Kelas Terbang (50,8 kg/6 ronde)
- Pieter Nesi (Pirih BC, Surabaya) v Delio Fernandes (Thomas Americo BC, Timor Leste)

Jumat, 25 Mei 2012

WBO Tunjuk M Rois Jadi Hakim Kejuaraan Dunia


Muhammad Rois, putra Jawa Timur kembali dipercaya badan tinju dunia WBO (World Boxing Organization). Guru SMPN 36 Surabaya itu  ditunjuk menjadi salah satu hakim dalam pertandingan kejuaraan dunia kelas terbang jr. antara Donnie Nietes (Filipina) v Felipe Salguero (Meksiko) dalam pertandingan di Manila pada 2 Juni 2012.
   Penunjukan ini bukan hanya membanggakan bagi insan tinju Jawa Timur, namun juga nasional, karena bukan hanya kali ini Rois dipercaya badan tinju dunia menjadi hakim atau wasit. Selain WBO, sekretaris KTI Jawa Timur itu juga biasa ditugaskan oleh badan tinju dunia IBF (international boxing federation).
    Kini Rois ibaratnya menjadi penerus dari wasit dan hakim tinju asal Jawa Timur Jopie Limahelu (alm) yang sering ditunjuk IBF menjadi hakim atau wasit dalam kejuaraan dunia di luar negeri.

Minggu, 06 Mei 2012

KTI Jawa Timur 
Mengucapkan Selamat 

Kepada Chris John yang mampu mempertahankan gelar juara kelas bulu WBA untuk yang ke-16 kali. Dan Daud Cino Yordan sebagai juara baru kelas bulu IBO.