Selasa, 28 Agustus 2012

Tolak Tawaran Jepang, Roy Mukhlis Pilih Lokal


Impian Roy Mukhlis bertarung di luar negeri untuk sementara waktu harus disimpan dulu. Penyebabnya, manajamen Sasana GRIB (Gerakan Rakyat Indonesia Baru) tempat dia bernaung sengaja membatasi dia untuk mengikuti pertarungan internasional.
        Manajer GRIB Surabaya, Abdul Salam mengatakan bahwa mereka terpaksa menempuh cara itu demi masa depan karir Roy Mukhlis sendiri. Pertimbangannya, Roy adalah petinju yang sedang berusaha untuk bangkit dari kegagalan. Ya, sebagaimana diketahui, Roy mengalami kekalahan hebat dari petinju Jepang Takashi Uchiyama, di Jepang pada akhir 2010.
        ’’Jadi, pilihan yang paling tepat adalah lebih baik kami memaksimalkan karirnya dengan mengikuti kejuaraan di dalam negeri saja. Sebab, Roy masih membutuhkan banyak waktu untuk memperbaiki mentalnya,’’ kata Abdul Salam, pria yang juga promotor bagi Roy Mukhlis itu.
        Salam mengatakan bahwa, awal Agustus lalu Roy mendapat tawaran bertarung di Jepang. Namun tawaran tersebut ditolak langsung oleh mereka. Sebab, lanjut Salam, meski bayaran yang diberikan sangat besar, namun resiko pertarungan yang harus di hadapi oleh petinju juga sangat tinggi.
        Menurut pria yang juga seorang pengacara itu, Jepang memang terkenal dengan negara yang memberikan kontrak tinggi bagi petinju. ’’Rata-rata petinju yang main di sana di bayara mulai Rp 50 juta sampai Rp 100 juta,’’ beber dia. Namun, Salam tidak mau tergiur dengan tawaran itu. ’’Toh, masa depan Roy masih panjang dan dia bisa bertarung di negara mana saja bila dia sudah benar-benar siap,’’ ujarnya.
        Nah, sebagai ganti, Roy saat ini sedang dipersiapkan untuk bertarung di Kupang, Nusa Tenggara Timur pada 29 September mendatang. Meski rencananya bertarung delapan ronde, Salam yakin laga itu bisa mengembalikan kepercayaan dirinya yang sedang meredup.
        ’’Roy butuh banyak pertandingan untuk memperbaiki mentalnya. Dan, saya yakin dengan sering mengikuti pertarungan-pertarungan kecil seperti ini membuat mental bertandingnya semakin baik,’’ timpal Salam.
        Roy mengaku tak menyesal dengan adanya penolakan tawaran untuk bertarung di Jepang tersebut. ’’Manajemen lebih tahu mana yang terbaik bagi karir saya. Tugas saya saat ini adalah latihan dengan keras,’’ ucap petinju yang sudah 29 kali naik ring dengan 24 kali menang, tiga kali kalah dan dua kali seri itu.(Jawa Pos)

Sabtu, 11 Agustus 2012

Juara Asia Pacific Jadi Sopir Antar-Jemput




Tommy Seran tidak hanya mampu membawa nama sasana Rokatenda berkibar di belantika tinju international. Sulung dari sepuluh bersaudara itu harus berjuang untuk menghidupi sembilan saudaranya di Atambua, Nusa Tenggara Timur.
Maklum, meski berstatus sebagai juara World Boxing Organization (WBO) Asia Pasific (Aspac) kelas terbang junior (48,9 kg), kehidupan ekonomi Tommy tidak bisa dibilang mapan. Bahkan, untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, dia harus bekerja serabutan menjadi sopir antar-jemput anak sekolah. Kalau sekolah lagi libur, Tommy akan beralih  tugas menjadi sopir antar-jemput para tuna netra di beberapa panti jompo di wilayah Surabaya dan Sidoarjo
’’Penghasilannya juga tidak banyak, setiap mengantar paling hanya dibayar Rp 50 ribu–Rp 100 ribu. Itu pun dalam sebulan hanya dua sampai tiga kali tugas ,’’ cerita petinju yang sudah tiga kali mempertahankan sabuk WBO Aspac itu.
Padahal, Tommy yang saat ini menduduki peringkat kedua dunia versi WBO tersebut harus menghidupi sembilan adiknya. Ya, saat ini Tommy bertanggung jawab sebagai kepala rumah tangga setelah ayahnya, Raymundus Seran, meninggal dunia tahun lalu.
’’Jadi, untuk membantu keluarga di sana, setiap minggu saya harus mengirimkan Rp 200 ribu bagi mereka. Selain bertinju, saya juga harus mencari uang dari tempat lain,’’ kata pria yang bercita-cita membangun rumah bagi sembilan saudaranya di Atambua tersebut.
Tommy lantas bercerita, selama terlibat dalam dunia adu jotos, penghasilan terbesarnya adalah Rp 20 Juta. Itu diberikan oleh sang promotor international Damianus Wera saat dirinya berhasil merebut peringkat di WBO Aspac 2009 di Bali 2009.
’’Tapi, setelah itu, penghasilan yang saya dapatkan tidak lagi sebesar itu meski turun di kejuaraan dengan level yang sama. Saya tidak tahu apa yang terjadi, tapi bayaran yang saya dapatkan akhir-akhir ini seperti tidak sebanding dengan perjuangan di atas ring. Padahal, kami sudah mandi darah dan keringat,’’ timpal dia.
Meski begitu, Tommy merasa beruntung bergabung bersama sasana Rokatenda. Sebab, jaminan kehidupannya dan kawan-kawan menjadi tanggungan sasana, mulai dari makan dan tempat tinggal. (jawa pos)

Jumat, 20 Juli 2012

Hok Cay telah Berpulang

Tinju Pro Surabaya dan Jawa Timur kehilangan salah seorang pembinanya. Hok Cay yang selama ini aktif mengikuti perkembangan tinju Jawa Timur telah meninggal dunia pada Senin (16/7/2012). Menurut Mohammad Rois, sekretaris KTI Jawa Timur, Hok Cay akan dimakamkan di Kembang Kuning pada 23 Juli 2012. Seluruh pengurus KTI Surabaya dan Jawa Timur turut berbelasungkawa atas kepergian Hok Cay. Semoga amal ibadahnya diterima Tuhan YME.

Senin, 02 Juli 2012

Tommy Seran Dijajal Iwan Key di NTT


Jadwal pertarungan Tommy Seran baru ada pada September mendatang. Nah, sambil menunggu waktu naik ring itu tiba, petinju asal sasana Rokatenda Sidoarjo tersebut akan melakukan pemanasan dalam sebuah kejuaraan nasional di Soe, Nusa Tenggara Timur, 13 Juli nanti.
Dalam kejuaraan tersebut, Tommy akan ditantang Iwan Key asal Dhory Gym Malang dalam pertarungan delapan ronde di kelas terbang 50 kg. Meski ini pertarungan nongelar, Tommy menyatakan bahwa dirinya tak mau lengah. Sejumlah persiapan khusus dilakukan jelang laga tersebut.
”Semua lawan bagi saya tantangannya sangat berat. Sebab, mereka memiliki kelebihan masing-masing. Itu yang membuat saya harus mempersiapkan diri dengan baik,” ujar Tommy kemarin (2/7).
Bagi Tommy, kejuaraan tersebut sangat penting karena sekaligus sebagai persiapan untuk mempertahankan sabuk juara WBC Aspac di Maumere, 29 September mendatang. ”Jadi, saya akan memanfaatkan event ini untuk mengasah ketajaman dan naluri bertanding. Sebagai petinju profesional, kami memang membutuhkan banyak jam terbang,” kata dia.
Pelatih Rokatenda Sidoarjo Yani Malhendo menyatakan bahwa persiapan yang dilakukan Tommy selama ini sudah cukup maksimal. Terutama power punch Tommy yang terus menunjukkan peningkatan. ”Jadi, event ini adalah momentum yang pas untuk Tommy bisa menunjukkan kemampuannya sebelum turun di event internasional,” sambungnya.
Selain Tommy, mantan juara kelas ringan junior versi PABA Roy Mukhlis akan ikut mengambil bagian. Petinju yang saat ini bergabung di Sasana GRIB Surabaya tersebut akan menantang Feeder Blegur (Abraham BC Jakarta) dalam pertarungan 12 ronde di kelas ringan junior (58,9 kg).
 Mikdon Neddi Tanaem, promotor kejuaraan, menambahkan bahwa selain Tommy dan Mukhlis, gengsi kejuaraan tersebut semakin tinggi lantaran dimanfaatkan sebagai event persahabatan antara Indonesia dan Timor Leste. Sebab, ada beberapa petinju dari Timor Leste yang mengambil bagian. ”Kami ingin membangun pembinaan tinju lintas negara. Mungkin event ini adalah langkah awal,” kata Neddi dari Nekmese Promotion. (Jawa Pos)

Partai Kejuaraan

Kelas Bantam (53,5 kg/12 ronde)
- Gun Tinular (Extrajoss BC, Tangerang) v Bajawa Junior (Flobamora BC, NTT)

Kelas Ringan Junior (58,9 kg/12 ronde)
- Feeder Blegur (Abraham BC, Jakarta) v Roy Mukhlis (Grib BC, Surabaya)

Kelas Terbang (50 kg/8 ronde)
- Tommy Seran (Rokatenda BC) v Iwan Key (Dhory Gym, Malang)

Kelas Ringan Junior (58,9 kg/6 ronde)
- Yacob Ton (Nek Mese BC, Surabaya) v Otnel Negrito Baptista (Thomas Americo BC, Timor Leste)

Kelas Terbang (50,8 kg/6 ronde)
- Pieter Nesi (Pirih BC, Surabaya) v Delio Fernandes (Thomas Americo BC, Timor Leste)

Jumat, 25 Mei 2012

WBO Tunjuk M Rois Jadi Hakim Kejuaraan Dunia


Muhammad Rois, putra Jawa Timur kembali dipercaya badan tinju dunia WBO (World Boxing Organization). Guru SMPN 36 Surabaya itu  ditunjuk menjadi salah satu hakim dalam pertandingan kejuaraan dunia kelas terbang jr. antara Donnie Nietes (Filipina) v Felipe Salguero (Meksiko) dalam pertandingan di Manila pada 2 Juni 2012.
   Penunjukan ini bukan hanya membanggakan bagi insan tinju Jawa Timur, namun juga nasional, karena bukan hanya kali ini Rois dipercaya badan tinju dunia menjadi hakim atau wasit. Selain WBO, sekretaris KTI Jawa Timur itu juga biasa ditugaskan oleh badan tinju dunia IBF (international boxing federation).
    Kini Rois ibaratnya menjadi penerus dari wasit dan hakim tinju asal Jawa Timur Jopie Limahelu (alm) yang sering ditunjuk IBF menjadi hakim atau wasit dalam kejuaraan dunia di luar negeri.

Minggu, 06 Mei 2012

KTI Jawa Timur 
Mengucapkan Selamat 

Kepada Chris John yang mampu mempertahankan gelar juara kelas bulu WBA untuk yang ke-16 kali. Dan Daud Cino Yordan sebagai juara baru kelas bulu IBO.


Rabu, 04 April 2012

Afrizal Tewas Setelah Pendarahan Otak


Pada saat tinju pro Indonesia mencoba bangkit, salah seorang petinjunya malah tewas setelah naik ring. Ya, petinju kelas bulu bernama Afrizal akhirnya mengembuskan nafas terakhir setelah menjalani perawatan pascaoperasi pembedahan kepala di RS UKI Jakarta, Rabu (4/4), pukul 05.00 WIB.
  
Petinju asal Sasana PDAM Padang tersebut pada Sabtu malam (31/3) berupaya mempertahankan gelarnya melawan Irvan Marbun dalam ajang Gelar Tinju Profesional Indosiar (GTPI).

Namun dalam pertarungan 12 ronde yang dipimpin wasit Erik Suwarno tersebut ia dinyatakan kalah angka.

Menurut keterangan dokter RS UKI Jakarta Tommy Halauwet, sang petinju terbilang terlambat untuk dirujuk karena pembedahan seharusnya dilakukan pada malam saat korban diketahui mengalami pendarahan di kepala.
   
’’Kami baru mengoperasi pada Minggu (1/4) pukul 10.00. Padahal kejadiannya sudah berlangsung begitu lama. Namun kami tetap berusaha untuk memberikan harapan hidup untuknya,’’ ujar Tommy.

Kematian yang dialami Afrizal ini menambah panjang deretan petinju yang meninggal dunia seusai melakoni pertarungan. Ia merupakan petinju ke-24 sepanjang sejarah dunia tinju profesional Indonesia yang meninggal selepas bertanding.

Jenazah Afrizal pukul 08.00 WIB sudah diterbangkan ke Medan, Sumatera Utara, untuk dimakamkan.

Dari sejumlah peristiwa kematian petinju, kasus yang menimpa juara kelas bulu Alfaridzie seusai menghadapi Kongthawat Ora (Thailand) pada 2001 di Jakarta, menjadi isu panas dunia tinju nasional. Jaminan keamanan dan keselamatan petinju memaksa pemerintah ikut campur dengan memaksimal peran Badan Pengembangan dan Pengawasan Olahraga Profesional Indonesia (BPPOPI).

Daftar Petinju yang Tewas setelah Bertanding:

1948 Surabaya: Jimmy Koko (lawan Meyer)
1950 Surabaya : Rocky Wang atau Ricky Huang (lawan VIC Suatman)
1959 Surabaya : Robby Pav (lawan Mohammad Yali)
1961 ---: Sarono (lawan Tan Hwa Soei)
1978 Bandung: Atjeng Jim (lawan Kai Siong)
1979 ---: Nasir Kitu
1980 ---: Syamsul Bachri
1984 Jakarta: Domo Hutabarat (lawan Dadang Krinsa)
1985 --- : Suryanto
1987 Jayapura: Agus Souissa (lawan Michael Arthur)
1988 Blitar: Wahab Bahari (lawan Hudi)
1988 ---: Suryanto (lawan John Bonnex)
23 Desember 1990 Bontang: Bongguk Kendy (lawan Bisenti Santoso)
15 Juli 1993 Jakarta: Yance Samangun (lawan: Mahmud)
11 Mei 1995 Jakarta : Akbar Maulana (lawan Bugiarso)
16 Juni 2000 Jakarta : Dipo Saloko (lawan Roy Saragih)
18 November 2000 Belawan: Bayu Young Iray (lawan Herianto Kalam)
11 Maret 2001 Bekasi: John Namtilu (lawan: Hasan Purba)
2 April 2001 Cibinong: Muhammad Alfaridzi (lawan Kongthawat Ora Sorkiti)
28 Oktober 2001 Manado: Donny Maramis (lawan Stenly Kalalo)
4 Februari 2003 Jakarta : Johannes "Bones" Fransiscus (lawan Slamet Nizar). "Bones" wafat pada 6 Februari 2003)
21 September 2003 Sumatera Utara: Mula Sinaga--Petinju Amatir-- (lawan Asahan Tuerino. Mula Sinaga wafat pada 24 September 2003)
23 Januari 2004 Jakarta: Antonius Jonathan Mosse (lawan Kaichon sor Vorapin)
19 Februari 2004 Purwokerto: Jack Ryan (lawan Syamsul Hidayat)
5 Maret 2005 Jakarta : Hendrik Bira (lawan Mones Arepas - Bira kalah TKO pada ronde ketiga pada 3 Maret 2005)
16 Juni 2006 Manado: Fadly Kasim (lawan Jibril Soamole. Kasim kalah TKO 6)
15 Maret 2007 Jakarta: Anis Dwi Mulya (lawan Irvan Bone). Anis kalah TKO ronde 6, wafat pada 20 Maret 2007.

31 Maret 2012 Jakarta: Afizal dari PDAM Padang (lawan Irvan Marbun dalam Gelar Tinju Profesional Indosiar (GTPI). Dia tewas pada 4 April 2012 setelah mengalami pendarahan di otak)

Wongso Indrajit Berpulang

          Wongso Indrajit (52) mantan petinju profesional asal Sasana Sawunggaling Surabaya ditemukan meninggal di kamarnya Jl Kapten Tendean, Kota Kediri, Selasa (3/4/2012). Semasa hidupnya Wongso pernah menjadi juara kelas bantam versi WBC International pada 1989.

Meninggalnya, Wongso Indrajit, asal Kepanjen, Kabupaten Malang ini membuat kaget teman-temannya yang tinggal di mes. Mereka tidak mengira rekannya meninggal mendadak saat tertidur pulas.

Di Kediri, Wongso Indrajit bekerja sebagai juru tagih di KSU Niaga Jl Sukarno Hatta, Tepus, Kabupaten Kediri. Korban sudah enam bulan bergabung menjadi salah satu pegawai KSU Niaga.

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Surono menjelaskan, petugas kepolisian telah mendatangi TKP kamar mes tempat korban meninggal. Dari hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan di tubuhnya.

Jenasahnya sempat dikirim ke RS Baptis, Kota Kediri sebelum dipulangkan ke tempat tinggalnya di Malang.
’’Petugas telah mengirim jenazahnya RS Baptis untuk dilakukan periksaan medis,’’ jelas Surono.
   Dari keterangan rekan-rekannya yang tinggal di mes menyebutkan, malam sebelum korban diketahui meninggal sempat tidur. Namun ketika pagi hendak dibangunkan ternyata Wongso sudah meninggal.
    Karena belum diketahui secara pasti penyebab kematiannya, petugas melakukan olah TKP serta meminta keterangan sejumlah saksi. Ada dugaan korban meninggal karena terkena serangan jantung. "Karena meninggal mendadak, diduga korban terkena serangan jantung,” jelasnya.
    Humas RS Baptis Thomas saat dikonfirmasi Surya menjelaskan, Wongso Indrajit memang sempat dibawa ke IGD pukul 7.50 WIB, hanya saja korban sudah dalam kondisi meninggal. Selanjutnya pukul 9.00 WIB jenasahnya dibawa keluarganya ke Malang.
   Sementara Totok, Manajer KSU Niaga saat dikonfirmasi menjelaskan, anak buahnya diduga meninggal karena terkena serangan jantung. Apalagi korban sebelumnya juga punya riwayat sakit jantung dan tekanan darah tinggi. “Pak Wongso diketahui meninggal pukul 4.00 WIB diduga karena serangan jantung,” ujarnya.
    Wongso Indrajit mengawali tanding empat rondean. Dia meraih hasil seri melawan Moh Idansah di kelas terbang super pada 29 November 1981. Dia juga sempat menghadapi Elly Pical dalam perebutan juara KTI pada 1 November 1983, namun dia kalah angka. Dia juga pernah menantang juara OPBF pada 25 Maret 1990, namun dia dikalahkan petinju Korsel Lee Eun-sik dengan KO ronde pertama di Gyeongi-do Korsel.

Segenap Pengurus
KTI (Komisi Tinju Indonesia)
Surabaya dan Jawa Timur

Turut Berbelasungkawa atas Meninggalnya

Wongso Indrajit, 52 tahun
(Mantan Juara WBC International
kelas Terbang Super)
Pada Selasa, 3 April 2012

Semoga Amal Ibadah Wongso diterima Tuhan YME

Senin, 26 Maret 2012

Sasana Inra dan SGBC Bekukan Diri

Minimnya pertandingan tinju pro di Indonesia membuat dua sasana di Jatim memilih membekukan diri. Sasana Inra (Indonesia Raya) yang dihidupkan Anis Roga memastikan tidak aktif lagi, per Maret 2012.
     Sasana Inra termasuk sasana tua di Surabaya. Sasana yang dirikan PW Afandi (ketua KTI Surabaya) sudah ada pada 1972, namun dalam perjalanannya sempat vakum kegiatan cukup lama.
    Sasana kembali hidup setelah Anis Roga datang pada tiga tahun lalu. Beberapa petinju pemula maupun pengalaman pernah bergabung, termasuk Julio de la Basez. Namun dalam perjalanannya juga tidak mulus. Dana dan kondisi kesehatan Anis juga menjadi salah satu alasan sasana Inra harus menghentikan operasional.
  ’’Selama ini tidak ada pemasukan bagi sasana. Padahal, untuk membiayai petinju dan merawat sasana butuh uang yang banyak,’’ujar Anis Roga.
    Lelaki yang pernah mencoba merebut gelar juara dunia IBF melawan Manuel Jesus Herrera (Republik Dominika) pada 30 Agustus 1997 ini pun memastikan bahwa Inra telah bubar. ’’Tidak ada lagi petinju yang latihan. Semua sudah jalan sendiri-sendiri,’’ lanjut Anis.
   Dengan pembekuan sasana tersebut, Anis memilih untuk menjadi karyawan di sebuah kantor pengacara di Surabaya. Ya, selama ini, selain mengurus tinju Anis memang juga mengejar gelar sarjana hukumnya di sebuah perguruan tinggi swasta di Surabaya.
 Neddy Mikdon Tanaem, manager Inra, memilih untuk tidak banyak komentar perihal masalah ini. Apalagi, saat ini Neddy sendiri telah membentuk Sasana Nekmese, sasana baru yang menampung petinju dari Inra.
 ’’Yang jelas, nasib para petinju harus diselamatkan. Toh sumber makan mereka selama ini memanga dari tinju,’’ ujar Neddy.
  Sebelum bubar, ada empat petinju professional yang berlatih di sasana yang bermarkas di Simo Lawang ini. Mereka adalah Wilson Oe Un, Jacob Ton, Julio de La Basez, dan Boido Simanjuntak.
   Di Tuban, Semen Gresik Boxing Camp (SGBC) juga membekukan diri.          ’’Sebenarnya kalau dibilang sasana kami bubar, juga tidak. Tapi, ditutup untuk sementara waktu. Manajemen saat ini menyarankan kami untuk memindah tempat latihan dari Tuban ke Gersik. Namun, sampai saat ini belum ada kejelasan,’’ ujar Hengky Gun, pelatih kepala di SGBC Tuban, Minggu (25/3).
        Menurut Hengky, tujuan sasana SGBC ini dipindahkan dari Tuban ke Gresik, agar proses pembinaan latihan bisa berjalan maksimal. Begitu pula jarak dengan Surabaya yang dekat membuat mereka tidak kesulitan untuk mencari lawan tanding bagi para petinju.
        Tidak bisa dipungkiri keputusan manajemen SGBC untuk tidak mengaktifkan sasana SGBC cukup menjadi pukulan telak bagi petinju mereka. ’’Mau bagaiamana lagi, para petinju itu sudah bergantung pada dunia tinju,’’ kata Hengky.
        Sebelum bubar, ada empat petinju yang aktif berlatih di SGBC. Mereka adalah Gun Hero, juara KTI kelas bulu junior 55,3 kg, Rufy Gun, kelas bantam junior (52,1 kg), dan  dua petinju amatir di kelas kadet, masing-masing Muhamad Ali serta Roberto Carlos.
        ’’Sambil menunggu kepastian manajemen, saya sebenarnya sudah berusaha untuk menitipkan beberapa petinju ke sasana yang ada di Surabaya. Tapi, mereka belum bisa menerima, sebab beberapa dari mereka ada yang juga kerja di Tuban,’’ lanjut mantan juara OPBF dan WBC Intercontinental kelas super bulu itu.       
        Dengan bubarnya SGBC Tuban, semakin memperpanjang daftar sasana yang gulung tikar di Jatim. Sebab, sebelumnya salah satu sasana cukup gaek di Surabaya, Indonesia Raya (Inra) BC juga lebih dulu bubar. Dan, tempat para petinju Inra itu berlatih sekarang sudah menjadi bengkel mesin kapal.

Selasa, 13 Maret 2012

Tommy Seran Kanvaskan Muksin Khadafi


Tommy Seran masih terlalu tangguh bagi Muksin Khadafi. Juara WBO Asia-Pasifik kelas terbang junior (49 kg) tersebut menang KO ronde keempat atas lawannya yang berasal dari Sasana Arema itu dalam duel nongelar di Universitas Narotama, Surabaya, tadi malam (10/3).
 Kemenangan ini sesuai dengan target yang diusung Tommy. Saat acara timbang berat badan pada Jumat (9/3), petinju asal Sasana Rokatenda itu  berkoar akan menjatuhkan lawannya di ronde-ronde awal.
 Kemenangan ini juga menjadi modal bagi Tommy sebelum mempertahankan sabuk juara WBO di Jakarta pada 21 Maret mendatang. Jadwal ini merupakan agenda baru. Sebelumnya, Tommy, yang kini berusia 28, itu naik ring pada April mendatang.
  Sementara itu, sabuk emas Rektor Universitas Narotama berhasil disandang Piter Nesi. Petinju Sasana Pirih Surabaya ini menumbangkan lawannya Jack Nelson (sasana DMC Solo) pada ronde keempat. Meskipun begitu, pada tiga ronde sebelumnya Jack sudah dibuat mencium kanvas.

Roy Mukhlis Gabung Sasana GRIB

Status Roy Mukhlis yang tidak jelas akan segera berakhir. Sebab, mantan petinju Sasana Bank Buana Semarang itu mulai menemukan sasana baru. Saat ini Mukhlis berlabuh di Sasana Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) Surabaya. Sasana itu dibentuk pada Januari lalu.
”Jadi, tidak ada masalah lagi dengan status Mukhlis. Dia sudah bisa naik ring kapan dan di mana saja tanpa harus ada yang membatasi. Kami berharap agar dia mampu memanfaatkan status yang baru ini untuk terus berprestasi,” kata Abdul Salam, manajer Sasana GRIB Surabaya kemarin (12/3).
Sebagaimana diketahui, status Roy Mukhlis sempat bermasalah setelah memilih mundur dari Sasana Bank Buana Semarang. Penyebabnya, Sutan Rambing sebagai pelatih sekaligus manajemen dari sasana tersebut mempermasalahkan status Mukhlis. Bahkan, pihak Rambing berencana menggugat siapa pun atau sasana mana pun bila berani memainkan Mukhlis dalam kejuaraan resmi.
Sasana Rokatenda Sidoarjo yang sebelumnya berniat menampung Mukhlis pun tidak lepas dari ancaman tersebut. Bahkan, Damianus Wera, promotor tinju international sekaligus pemilik Sasana Rokatenda, dimintai sejumlah fee bila ingin menguasai sepenuhnya.
”Kami memberikan jaminan tidak akan ada lagi yang bisa menggugat Mukhlis. Toh, semua orang tahu bahwa Mukhlis tidak diberi kesempatan untuk naik ring selama setahun penuh saat berada di sasana lama. Itu sama saja merugikan dia sebagai petinju. Apalagi, banyak haknya sebagai petinju yang tidak terpenuhi secara total,” lanjut pria yang juga seorang pengacara itu.
Mukhlis pun dengan semringah dan menyambut baik kabar itu. Tidak hanya kepastiannya mendapat sasana baru yang membuat dia gembira. Tapi, oleh Abdul Salam, Mukhlis juga diberi pekerjaan. ”Dia sekarang berstatus sebagai karyawan di kantor saya,” timpal Salam.
Dengan kepastian mendapat sasana baru itu, Mukhlis mengaku siap untuk naik ring. Rencananya dia bertarung di Manado pada 14 April mendatang. ’’Saya akan buktikan bila karir saya belum habis. Saya tidak mau mengecewakan mereka yang bersedia menampung saya saat ini,’’ ucap Mukhlis.

Senin, 05 Maret 2012

Pirih-Narotama Gelar Kejuaraan Tinju Pro

Sasana tinju Pirih Surabaya terus menggairahkan atmosfer tinju profesional di Jatim. Sebelumnya, Pirih juga melakukan kejuaraan tutup tahun pada 31 Desember lalu. Nah, kali ini sasana warisan mendiang Eddy Pirih ini berkerjasama dengan Universitas Narotama Surabaya bakal menggelar kejuaraan ’’Perebutan Sabuk Emas Narotama” di Universitas Narotama, 10 Maret mendatang.
        ’’Kejuaraan ini adalah bagian dari komitmen kami agar pembinaan tinju profesional lebih bergairah lagi. Kami tahu, jumlah sasana dan petinju yang tersebar di Jatim tidak sedikit, namun selama ini kejuaraan yang tersaji tidak sebanding,’’ujar manajer Sasana Pirih Surabaya, Mudafar Danu, kemarin (5/3).
        Kendati kejuaraan tersebut tidak memiliki level yang besar, Mudafar tetap berusaha agar semua sasana tinju di Jatim bisa terlibat. Tujuannya, agar semangat pembinaan tinju professional tidak hanya terpusat di Surabaya. ’’Kami berharap dari even yang kecil ini mampu melahirkan perubahan yang besar bagi dunia tinju di Jatim,’’ lanjut mantan petinju nasional ini.
        Ada empat partai penting yang akan ditarungkan dalam even ini. Di partai utama akan mempertemukan petinju tuan rumah Piter Nesi (Pirih Surabaya) melawan Yanto Hawk (Sindoro BC Semarang) dalam pertarungan delapan ronde di kelas terbang junior 49 kg.
        ’’Sebagai petinju tuan rumah saya tidak mau malu di depan pendukung. Saya harus tampil maksimal dalam kejuaraan ini. Yang jelas pertarungan ini akan menjadi batu loncatan bagi saya untuk bisa merebut peringkat di level nasional,’’kata Piter terkait even tersebut.    
Sementara itu, kejuaraan ini dipastikan akan lebih seru lantaran pemegang sabuk WBO Aspac kelas terbang junior (48,9 kg), Tommy Seran juga ikut mengambil bagian. Petinju hasil binaan sasana Rokatenda Sidoarjo ini akan turun dalam partai ekshibisi enam ronde melawan Muksin Khadafi dari Sasana Arema Malang.
Selain itu, juga akan tersaji Kelvin Joe (Sasana Kuku Bima Semarang ) yang berhadapan dengan Hasta Larabi (Sasana Fiorentina Jakarta) di kelas bulu junior 55,3 kg. Serta petinju pendatang baru di Sasana Rokatenda, Oxon Edison yang akan menguji kemampuannya dalam pertarungan enam ronde melawan Machfud dari Sasana Minakjinggo Banyuwangi di kelas terbang (50,8 kg).
’’Even keci-kecil seperti ini sangat membantu untuk mengasah naluri bertarung kami. Meski tanpa gelar, saya akan bertanding dengan maskimal dengan menampilkan pertarungan yang indah dan enak ditonton,’’ timpal Tommy Seran.

Selasa, 14 Februari 2012

Tommy Seran Duel Pemanasan di Jakarta



Tommy Seran akhirnya naik ring juga. Petinju binaan sasana tinju Rokatenda Sidoarjo ini, rencananya bakal menjalani pertarungan non gelar melawan petinju peringkat lima nasional Dominggus Nenokeba (Demokrat Jakarta) di stasiun TVRI Jakarta 19 Februrari mendatang.
    Yani Malhendo, pelatih sasana Rokatenda mengatakan, pertarungan tersebut adalah laga pemanasan bagi Tommy sebelum turun dalam partai tambahan Chris John di Singapura Maret mendatang. ’’Dia bisa mengasah naluri bertarungnya dari even ini,’’ ucap Yani.
     Sebagaimana diketahui, sudah setahun ini aktivitas Tommy hanya berlatih tanpa sekalipun naik ring. Petinju asal Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini terahkir naik ring saat mempertahankan sabuk WBO Asia Pasific nya melawan Mating Kilakil (Filipina), di GOR Hayamwuruk, Kodam V Brawijaya Surabaya 28 Januari tahun lalu.
     Nah, melawan Nenokeba menjadi momentum kebangkitan bagi Tommy untuk menunjukan kemampuannya. Apalagi, dia saat ini diproyeksikan oleh Damianus Wera, promotor internasional ke kejuaraan dunia. ’’Tommy harus memanfaatkan kesempatan ini untuk membuktikan kepada publik bila dia pantas ke pentas dunia,’’ ujar Yani.
     Sejauh ini, tidak ada persiapan khusus yang dilakukan oleh Tommy. Persiapan yang dia jalani selama ini masih sebatas program umum. Seperti menjaga kecepatan dan akurasi pukulan. Rencananya, Tommy baru menjalani persiapan khusus sekembali dari Jakarta.
      ’’Setelah dari Jakarta kami akan memboyong semua petinju ke Pacet, Mojokerto. Di sana baru kami godok dengan sejumlah strategi dan teknik khusus. Kebetulan, April mendatang, Robert Kopa (petinju Rokatenda lainnya, Red) juga harus bertarung di Jepang,’’ jelas Yani.
      Sementara itu, Tommy Seran menyatakan, meski itu adalah laga tanpa gelar, dia tidak akan meremehkan Nenokeba. ’’Saya yakin dia sudah menjalani sejumlah persiapan jelang laga ini. Dan, saya harus antisipasi dia dengan maksimal,’’ tutur petinju yang saat ini sedang mengikuti pendidikan Pendeta itu.
Di sisi lain, Petinju  Darsim Nanggala berpeluang menuntaskan dendamnya kepada Maxi Rodriguez. Dijadwalkan pertarungan Darsim versus Maxi jilid kedua di kelas welter (66,6 kilogram) itu akan menjadi partai utama pada pertarungan 19 Februari mendatang.
Pertarungan ini sendiri akan memperebutkan gelar juara welter versi KTPI. Dan Darsim sebagai pemegang sabuk siap mempertahankan gelar tersebut.
’’Saya masih ingat saat perebutan juara welter KTI, November lalu saya dinyatakan imbang lawan Maxi. Padahal semua tahu, saya banyak mengenai Maxi. Sekarang saya ingin buktikan kalau saya layak menang atas Maxi,” tutur petinju berusia 32 tahun itu.
Meski jarak usianya dengan Maxi cukup jauh, Darsim 32 dan Maxi 25 tahun, petinju asal Cilacap itu optimis bisa mempertahankan gelarnya. ’’Kita sudah pernah ketemu. Jadi saya tahu bagian mana saja yang harus dipukul,” tutur Darsim lagi.

Jumat, 03 Februari 2012

Sofyan Kalah Lagi di Filipina

Rekor tanding Sofyan Efendi semakin dpenuhi kekalahan. Terbaru dia mengalami kekalahan saat menghadapi petinju Filipina Merlito Sabillo dalam pertarungan kelas terbang ringan (49,0 kg) di Cebu, Filipina, 28 Januari lalu. Dalam pertarungan tersebut Sofyan kalah angka mutlak. Wasit juri memberikan nilai akhir 78-74, 78-74, 78-74 untuk kemenangan Merlito.
    ’’Kejuaraan di luar negeri memang seperti itu, juri selalu berpihak bagi petinju mereka. Jadi, kalau memang tidak mampu menang KO (Knock Out) atau TKO (Technical Knock Out) maka jangan harap bisa bawa pulang gelar. Tapi, sepertinya Sofyan sudah bermain bagus bila melihat angka yang dikeluarkan juri,’’ kata pelatih Pirih BC, Mudhafar Dannu (30/1).
        Dengan kekalahan tersebut, Sofyan telah membukukan rekor 25 kali naik ring, dengan mengoleksi 11 kali menang (KO-9), 12 kali kalah (KO-2), dan seri dua kali. Mudhafar berharap Sofyan tidak patah semangat dengan hasil tersebut.

Kamis, 19 Januari 2012

Tommy Seran Ancang-Ancang ke WBC

Tommy Seran berancang-ancang tarung di Jepang pada akhir Januari nanti. Petinju binaan Rokatenda Boxing Camp Sidoarjo ini akan bertarung untuk merebut sabuk WBC (World Boxing Council). Meskipun begitu, sampai saat ini manajemen Rokatenda belum menerima kontrak untuk pertarungan tersebut.
        ’’Kami hanya dihubungi oleh sala satu matchmaker di Jakarta terkait pertarungan Tommy di Jakarta ini. Tapi, kami berencana meneliti kembali isi kontrak tersebut. Terutama tentang nilai bayaran bagi Tommy. Sebab, untuk menciptakan petinju sekelas Tommy butuh anggaran yang tidak sedikit,’’ ujar DamianusWera, pemilik Rokatenda Boxing Camp.
        Saat ini, Damianus telah berangkat ke Jakarta untuk membahas kontrak pertarungan Tommy tersebut. Bagi Damianus, pertarungan di Jepang nanti merupakan pengalaman baru Tommy. Sebab, sebelumnya Tommy belum memiliki pengalaman untuk turun dalam kejuaraan versi badan tinju WBC itu.
        ’’Ini pengalaman baru bagi Tommy. Kami berharap dia bisa meraih hasil maksimal dalam laga kali ini. Apalagi, status dia saat ini adalah pemegang sabuk kelas terbang junior (48,9 kg) versi World Boxing Organization (WBO) Asia Pasific,’’ lanjut Damianus.
        Saat ini Tommy telah berhasil mempertahankan predikat tersebut sebanyak tiga kali. Petinju asal Atambua, Nusa Tenggara Timur ini terakhir kali mengamankan gelar itu pada akhir Januari tahun lalu. Saat itu dia berhasil menang "knock out" (KO) pada ronde ke-3 atas petinju asal Filipina, Mating Kilakil.
        Nah, meski belum jelas kontrak pertarungan Tommy, sang pelatih Yani Malhendo tidak mau mengambil risiko. Sejumlah program latihan mulai dipersiapkan untuk memaksimalkan kemampuan bertinju dia. Rencanya, Yani akan memboyong Tommy untuk mengikuti training center  selama dua minggu di Jakarta.
        ’’Setelah dari Jakarta, kami langsung training camp di Pacet sebelum berangkat ke Jepang. Kebetulan daerahnya berada di puncak dan suhunya cukup dingin. Kondisi tersebut sangat cocok dengan iklim Jepang yang saat ini memasuki musim dingin,’’ pungkas Yani.

Selasa, 10 Januari 2012

Roy Mukhlis Gabung Latihan di Rokatenda

Sasana Rokatenda Jatim bakal ketambahan anggota baru. Itu setelah petinju sarat pengalaman, Roy Mukhlis, memilih untuk bergabung dengan sasana yang bermarkas di perumahan Pondok Candra Sidoarjo itu.
          ’’Mukhlis sendiri datang dan memilih bergabung dengan sasana kami. Jadi, untuk sementara kami menampung dan memberikan fasilitas latihan untuk dia,’’ ujar pemilik sasana Rokatenda Sidoarjo Damianus Wera (3/1).
          Menurut dia, sebagai sasana tinju profesional mereka tidak serta merta menerima Mukhlis begitu saja. Sebab, ada sejumlah syarat administrasi yang harus di selesaikan oleh Mukhlis dengan pihak sasana terdahulunya.
          Sebelumnya, petinju kelahiran Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB) ini adalah petinju binaan sasana Bank Buana Semarang, di bawah asuhan Sutan Rambing, mantan pelatih juara dunia Chris John.
’’Kami masih menunggu penyelesaian administrasinya selesai. Sebab, Mukhlis adalah petinju profesional, jadi masalah transnfer antar sasana juga harus jelas. Saya ingin menempuh jalur normatif agar Mukhlis bisa resmi menjadi anggota Rokatenda,’’ lanjut pria yang juga promotor tinju International ini.
Dalam belantika tinju Internasional, Mukhlis telah mencatatkan 28 kali naik ring dengan 23 kali menang, tiga kali kalah dan dua kali seri. Terakhir, Mukhlis menjajal kekuatan pukulannya dalam pentas kejuaraan dunia di Jepang akhir 2010 lalu.
Saat itu keberuntungan belum berpihak ke Mukhlis. Tanpa pertahanan yang memadai, Mukhlis menjadi bulan-bulanan juara WBA kelas bulu super Takashi Uchiyama di atas ring.
Akhirnya, ambisi untuk menorehkan namanya dalam draftar juara dunia pupus. Mukhlis harus tersungkur pada pertengahan ronde kelima dengan retak pada tulang pipinya. Sayang, Mukhlis enggan berkomentar banyak tentang alasannya hengkang ke Rokatenda. ’’Saya sendiri yang memilih untuk datang dan latihan di sini. Saya ingin memperbaiki kemampuan bertinju saya,’’ucap Mukhlis.

Jumat, 06 Januari 2012

KTI Jatim Berbagi Ilmu di Timor Leste

 

KTI (Komisi tinju Indonesia) Jawa Timur kembali mendapat kepercayaan istimewa. Kali ini diminta menjadi penatar wasit hakim dan instruktur tinju pro di negeri jiran Timor Leste pada 15-17 Desember lalu.

Acara yang digagas untuk membangkitkan kembali pertinjuan di negara yang belum lama merdeka itu mendapat antusias dari penggemar tinju pro dan amatir. Karena itu para penatar dari KTI Jawa Timur juga sangat antusias untuk memberikan ilmu soal wasit hakim dan instruktur tinju.
    Rombongan KTI Jatim yang membagi ilmunya di Timor Leste adalah Drs. H. Djoko Tetuko M.Si (instruktur), Drs. M. Rois (instruktur), H. Bambang Subagyo (instruktur), dan Edy Wiyono (Wasit Hakim). Selain itu juga ada Monod dan H. Nur Huda sebagai pendamping.
    Dalam  acara tersebut selain penataran juga diramaikan pertandingan tinju. Jawa Timur mengirimkan enam petinju dan dua  pelatih dari Malang. Para petinju itu adalah Sam Polancho,  Kirno Armase, Sis Morales, Victor Mausul, Hero Tito,  Dan Riyantho. Sedangkan pelatih yang berangkat adalah Mamad, Romeo Surba.
   
Dalam pertandingan yang digelar pada 17 dan 18  Desember itu dipromotori Thomas Americo, mantan petinju pro Timor Timur.
 

Hasil Pertandingan

17 Desember 2011
Kelas Ringan 8 ronde:
Kirno Armase menang KO ronde lima atas Sam Polancho  
Kelas Bantam 4 ronde:
Delio Fernandes (Timor Leste ) menang angka mutlak atas Sis Morales.

18 Desember 2011
Kelas Ringan 8 ronde:
Hero Tito menang angka atas Victor Mausul  
Kelas Bulu 4 ronde:
Otnel Negrito (Timor Leste) menang KO ronde 1 atas Riyantho (Malang

Minggu, 01 Januari 2012

Piter Nesi dan Oxon Menang KO

Petinju Sasana Pirih Piter Nesi masih terlalu tangguh untuk lawannya. Dia menang knock out (KO) atas Syaiful Latif (SSBC Banjarnegara) pada ronde kedua dalam partai puncak Pirih Back to Back Sabtu lalu (31/12) di Sasana Pirih.
        Pertarungan perbaikan peringkat versi KTI di kelas terbang junior (49 kilogram) itu seharusnya berlangsung delapan ronde. Dengan hasil itu, The Tiger--julukan Piter Nesi--memperpanjang rekor kemenangannya menjadi 14 kali bertarung, 12 kali menang (8 KO), dan dua kali seri.
        Tanda kemenangan Nesi atas lawannya sudah terlihat sejak ronde pertama. Entah karena gugup atau terpukul, Syaiful tercatat empat kali jatuh di ronde awal pertarungan. Hal tersebut sangat berpengaruh terhadap mental bertarung Syaiful yang kelihatan surut di ronde selanjutnya.
        Tahu sang lawan sudah kalah secara mental, Nesi makin merangsek di ronde kedua. Ada dua pukulan telak yang sukses dilayangkan petinju asal Kupang, NTT itu. Yakni satu pukulan straight kanan yang mengenai wajah serta hook kanan yang mengenai rusuk kanan Syaiful. Terkena hook, petinju asal Banjarnegara itu jatuh kelima kalinya dan tak bangkit lagi saat wasit Edi Wiyono menghitung hingga sepuluh.
        Atas kemenangan tersebut, Nesi mengaku sangat gembira sekaligus kecewa. “Saya tadinya mengharapkan pertarungan bisa mencapai lima atau enam ronde. Kita mau kasih ke penonton satu pertarungan seru,” kata Nesi usai pertarungan. Dalam pertarungan dua ronde itu, Nesi baru mengeluarkan straight dan hook.
        Namun Nesi memaklumi kalau lawannya memang bukan kelas yang sepadan. Kalau Nesi sudah bertarung 14 kali, Syaiful dengan pertarungan kemarin baru melakoni empat pertarungan. Rekornya adalah dua kali menang, sekali seri, dan sekali kalah.
        Di sisi lain, Syaiful mengakui kalau dirinya grogi ketika menghadapi pertarungan itu. Apalagi, sang lawan terlihat lebih matang dan punya pengalaman lebih banyak. ’’Saya benar-benar kerepotan dengan Nesi. Dia lawan yang punya speed dan power yang melebihi saya,” tutur petinju berusia 17 tahun itu.
        Syaiful lantas mengakui seharusnya dirinya mengkoreksi sesumbarnya. Pada saat timbang badan Jumat (30/12) lalu, Saiful akan mengkanvaskan Nesi di ronde ketiga.
        Sementara pada pertarungan lainnya, Oxon Palue (Rokatenda BC Surabaya) berhasil menang KO atas lawannya, Joe Marikun (SSBC Banjarnegara), pada ronde keempat di kelas terbang (50,8 kilogram) versi KTI. Pertarungan kemarin sangatlah spesial bagi Oxon. Maklum ini adalah pertarungan pertamanya.
        Usai bertarungan, pemilik Rokatenda BC sekaligus  promotor tinju internasional, Damianus Wera menyatakan Oxon tampil luar biasa. ’’Oxon benar-benar menunjukkan kekuatan mental yang luar biasa. Meski lawannya lebih banyak pengalaman, namun Oxon berani keluar menyerang,” ujar Dami--sapaan Damianus Wera.
        Joe jatuh tertelungkup setelah di ronde keempat kombinasi pukulan Oxon mengenainya dengan telak. Sebuah straight kanan serta hook kiri tepat mengenai rahang Joe dan mengantar Joe mencium kanvas.
        Di sisi lain, Arif Blader (Sindoro BC Semarang) menang TKO atas Joni Simbara (SSBC Banjarnegara) di ronde ketiga kemarin dalam pertarungan kelas bulu (55,3 kilogram) versi KTI.